Deskripsi Anatomis
Preparat menunjukkan otot-otot regio antebrachii yang berfungsi menggerakkan articulatio radiocarpalia, carpometacarpalia, metacarpophalangealis, dan interphalangealis. Secara umum otot-otot tersebut dikelompokkan menjadi kompartemen anterior (kelompok otot fleksor) dan kompartemen posterior (kelompok otot ekstensor). Kedua kompartemen dipisahkan oleh membrana interossea (6) yang menghubungkan diafisis os radius (A) dan os ulna (B). Membrana interossea merupakan lembaran jaringan ikat fibrosa yang berfungsi sebagai stabilisator, transmisi kekuatan, dan origo beberapa otot-otot fleksor, ekstensor, dan abductor pada regio antebrachii. Kompartemen anterior terdiri dari otot-otot fleksor dan abduktor articulatio radiocarpalia (flexor carpi radialis (10), flexor carpi ulnaris (12), palmaris longus (17)), fleksor radiocarpalia, metacarpophalangealis 2-5, dan interphalangealis 2-5 (flexor digitorum superficialis (11), flexor digitorum profundus (9)), dan fleksor pollux (flexor pollicis longus (8)) Kompartemen posterior terdiri dari otot-otot ekstensor dan abduktor articulatio radiocarpalia (extensor carpi radialis brevis (1), extensor carpi radialis longus (2)), sedangkan extensor carpi ulnaris (4) bekerja sebagai ekstensor dan adduktor sendi tersebut. Selain itu terdapat juga otot-otot yang bekerja sebagai ekstensor articulatio radiocarpalia dan interphalangealis 2-5 (extensor digitorum (3)), dan ekstensor dan abduktor pollux (abductor pollicis longus (5), ekstensor pollicis brevis, ekstensor pollicis longus (7)). Vena cephalica (13) dan vena basilica (15) merupakan vena superfisialis yang berjalan di lapisan sub-kutan (b). Vena radialis dan vena ulnaris merupakan vena profundus yang masing-masing berjalan bersama arterinya diantara kompartemen otot. Arteri radialis lebih kecil daripada arteri ulnaris. Arteri dan vena radialis (14) tampak berjalan di sisi lateral antebrachii dilindungi oleh kutan dan sub-kutan.
Korelasi Klinis
Sindroma kompartemen (compartment syndrome) dapat terjadi ketika peningkatan tekanan dalam kompartemen osteo-fascialis menyebabkan penurunan perfusi isi kompartemen. Pada regio antebrachii, hal tersebut biasanya terjadi akibat trauma, tekanan eksternal, luka bakar, cedera arteri, atau pembengkakan pasca iskemia. Peningkatan tekanan interstitial menghasilkan oklusi vaskular dan iskemia mioneuronal. Pasien menunjukkan nyeri yang dipicu atau meningkat oleh ekstensi jari secara pasif. Dapat juga terjadi penurunan sensasi atau parestesia pada bagian yang terkena. Sindroma komparteman diatasi dengan dekompresi melalui fasciotomi. Pada ekstremitas banyak dijumpai sirkulasi kolateral. Sirkulasi kolateral tersebut akan berkurang atau terhenti sama sekali jika nervus radialis (14) atau nervus ulnaris (16) terjepit dalam patahan atau tertekan oleh hematoma. Pasien pada dasarnya dapat menunjukkan salah satu dari dua sindroma. Sindroma saraf interosseus anterior ditunjukkan oleh ketidakmampuan pasien menggenggam atau menjepit dengan jari akibat lemahnya flexor pollicis longus dan flexor digitorum profundus. Berikutnya sindroma pronator yang menyerupai carpal tunnel syndrome. Pasien mengalami nyeri dan perubahan sensasi pada ⅔ sisi radial jari yang memburuk dengan aktivitas.